Proses Verifikasi dan Validasi Data di Platform Open Finance
20 September 2022
Author by Finantier

Proses Verifikasi dan Validasi Data di Platform Open Finance

Sebagai upaya menegakkan aspek kehati-hatian, sesuai anjuran regulasi, dalam menjalankan operasionalnya setiap penyedia jasa keuangan wajib melakukan proses Know Your Customer (KYC). Di dalam KYC terdapat serangkaian proses verifikasi dan validasi sejumlah data terkait dengan calon nasabah. Adapun proses KYC bisa dilakukan secara tradisional, dengan bertemu langsung dengan calon nasabah serta melakukan pengecekan terhadap dokumen-dokumen yang diperlukan; atau memanfaatkan teknologi agar semua rangkaian prosesnya bisa dilakukan secara online.

Verifikasi dan validasi data memiliki peran yang berbeda dalam KYC. Di proses verifikasi, data yang disubmisi oleh calon nasabah akan dipastikan kebenarannya. Misalnya dengan membandingkan antara foto di kartu identitas dengan wajah aslinya. Sementara proses validasi menjadi tahapan pengiringnya. Contohnya, ketika kartu identitas sudah diverifikasi, data-data yang ada bisa divalidasi dengan basis data yang ada di Ditjen Dukcapil untuk memastikan NIK yang diinputkan valid dan terdaftar.

Layanan verifikasi dan validasi di Finantier

Finantier merupakan pengembang teknologi Open Finance, menyuguhkan layanan infrastruktur yang memungkinkan penyedia jasa keuangan menghadirkan kapabilitas fintech yang lebih solid dan komprehensif. Dalam kaitannya dengan proses verifikasi dan validasi data, Finantier produk bernama “Finantier Verification”.

Fokus Finantier adalah menyajikan layanan verifikasi dan validasi instan untuk keperluan e-KYC, khususnya bagi perusahaan keuangan yang ingin menyuguhkan layanannya melalui medium aplikasi mobile. Produk tersebut didesain dengan UI/UX sedemikian rupa; selain untuk memudahkan dari sisi pengguna, melalui dasbor yang intuitif layanan ini juga membantu institusi keuangan dalam proses penentuan keputusan.

Layanan e-KYC Finantier turut melakukan verifikasi dan validasi terhadap data identitas penduduk dan pemasukan (income statement). Ini berguna bagi institusi keuangan untuk memastikan validitas nasabah, sekaligus memberikan gambaran awal tentang kondisi atau profil keuangan seseorang. Finantier turut memastikan tingkat akurasi data yang tinggi, sembari memastikan bahwa data-data tersebut selalu mendapati pembaruan sesuai kondisi terkini.

Secara lebih spesifik, berikut ini beberapa data yang diverifikasi dan divalidasi:

  • Identitas (termasuk NIK, nama, alamat, tempat dan tanggal lahir, foto)
  • Pendapatan (termasuk NPWP personal, pendapatan)
  • Perusahaan (termasuk NPWP badan usaha, pemasukan, SK, pemegang saham, staf)
  • Nomor Telepon
  • Alamat
  • Email
  • Negative List
  • Akun Bank, dan lain-lain.

Menyuguhkan proses verifikasi dan validasi yang seamless

Finantier turut menyuguhkan produknya melalui mekanisme Open API, ini memungkinkan berbagai layanan seperti e-KYC untuk disematkan ke dalam sebuah aplikasi digital. Keuntungannya, tahapan-tahapannya akan menyatu dengan proses bisnis yang ada — pengguna tidak perlu menginstal aplikasi baru atau keluar dari aplikasi untuk melakukan proses e-KYC.

Secara regulasi, e-KYC dinaungi oleh Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.13/POJK.02/2018 tentang inovasi keuangan digital (regulatory sandbox). Sementara dalam regulasi tersebut, e-KYC didefinisikan sebagai platform berbasis teknologi yang menyediakan jasa identifikasi dan verifikasi yang dilakukan terhadap calon nasabah atau nasabah dengan menggunakan data kependudukan yang bersumber dari Dukcapil.

Melakukan lebih banyak hal dengan Open Finance

Kapabilitas layanan Open Finance tidak berhenti di situ saja, beberapa produk bisa dieksplorasi untuk menghasilkan fitur yang menarik untuk berbagai model bisnis teknologi finansial (fintech). Sebut saja platform Recurring Payment yang akan memudahkan aplikasi berlangganan menyediakan model pembayaran yang lebih seamless kepada para konsumennya.

Konsep Open Finance, selain memudahkan di sisi penerapan (integrasi API), juga memberikan efisiensi dari sisi biaya. Misalnya untuk pembayaran berulang ini, Finantier bisa mereduksi berbagai biaya-biaya yang biasa dikenakan kepada pelanggan/merchant sampai 99%.

Produk lain misalnya Alternative Credit Scoring, berisi serangkaian fitur yang membantu perusahaan untuk mendapatkan, mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan berbagai sumber data untuk keperluan penilaian kredit. Layanan ini bisa melengkapi model tradisional seperti penggunaan SLIK.

Model penilaian kredit alternatif ini juga membuka peluang kepada pebisnis untuk menjangkau lebih banyak kalangan, misalnya unbanked society, karena analisis tidak hanya terpaku pada data historis perbankan saja, namun juga ke data-data lain yang lebih umum seperti histori transaksi PPOB, e-money, dan sebagainya.
Simak selengkapnya tentang produk Open Finance dari Finantier beserta use case penggunaannya melalui tautan berikut ini: finantier.co