Potensi Open Finance di Indonesia Mencapai Rp31,4 Triliun
30 November 2022
Author by Finantier Blog

Potensi Open Finance di Indonesia Mencapai Rp31,4 Triliun

Menurut hasil penelitian yang diterbitkan Katadata Research Center dan Finantier bertajuk "Open Finance Deep Dive Report", potensi layanan Open Finance di Indonesia saat ini mencapai $2 miliar atau setara Rp31,4 triliun. Perhitungannya didasarkan pada baseline calculation yang didapat dari ekosistem produk/layanan yang sudah ada di pasaran saat ini.

Seperti diketahui, penyelenggara Open Finance menyediakan layanan infrastruktur teknologi yang memudahkan pebisnis digital untuk menghadirkan kapabilitas fintech di dalam aplikasinya. Tidak hanya terbatas pada lembaga jasa keuangan, use case penerapannya bisa diperluas sampai sektor nonfinansial, seperti e-commerce, online travel, ride-hailing, dan sebagainya.

Luasnya use case Open Finance berdampak langsung terhadap potensi nilai ekonomi yang terbentuk, sehingga menjadikan pemain seperti Finantier memiliki peluang yang besar untuk membantu ekosistem bisnis teknologi dan keuangan di Indonesia.

Potensi layanan Account Aggregator

Account Aggregator membantu menyediakan profil finansial nasabah dengan mengumpulkan dan mengintegrasikan data keuangan serta data alternatif lainnya milik nasabah. Proses kerjanya dengan menggunakan model API yang terenkripsi, dan menempatkan otoritas pengguna sebagai pemilik data.

Bagi penyelenggara layanan, ini jelas menjadi metode pengumpulan data yang seamless. Sementara bagi nasabah, mereka bisa mendapati profil finansial yang lebih komprehensif.

Potensi layanan Account Aggregator mencapai $194 juta atau setara Rp3 triliun, dihitung berdasarkan potensi use case pada sektor-sektor fintech potensial. Kalkulasinya dilakukan dengan memproyeksikan jumlah akun di masing-masing industri. Dalam riset yang dilakukan Katadata Insight Center dan Finantier, pengukuran dilakukan terhadap data selama periode 2020 - 2022,  sehingga menghasilkan data berikut ini:

Potensi layanan Account Aggregation

Potensi layanan Verification

Verification atau sering disebut sebagai e-KYC membantu lembaga jasa keuangan untuk melakukan verifikasi identitas dan sumber penghasilan calon nasabah. Proses KYC menjadi tahapan yang diwajibkan oleh regulator, sesuai dengan Peraturan OJK No.12/2017. Adapun platform Verification menyediakan kemudahan kepada pengembang aplikasi untuk menghadirkan proses KYC secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan data sampai validasi data.

Dalam pengukuran potensi pasar ini, peneliti menghitung berdasarkan akun yang dibuat per tahun. Hal ini mengingat verifikasi hanya dilakukan 1x ketika pelanggan membuat akun baru di sebuah aplikasi. Dari total industri fintech yang berpotensi mengadopsi Verification, didapat potensi pasar senilai $7,4 juta atau setara Rp116,4 miliar dengan rincian sebagai berikut:

Perhitungan potensi layanan e-KYC

Potensi layanan Credit Scoring

Credit Scoring menyediakan mekanisme analisis dan penilaian kelayakan calon nasabah yang hendak mengajukan layanan kredit. Yang dilakukan Open Finance termasuk mengakomodasi penggunaan data alternatif (di luar SLIK/BI-Checking) sehingga bisa memberikan gambaran kondisi nasabah secara lebih mendalam. Salah satu tujuan Credit Scoring adalah untuk memiminalisir terjadinya Non Performing Loan (NPL) alias gagal bayar dalam pelunasan kredit.

Kendati tidak semua platform fintech membutuhkan jenis layanan ini, namun potensinya sangat besar. Mengingat layanan pinjam-meminjam juga menjadi salah satu revenue stream utama di berbagai institusi finansial. Terlebih, model fintech lending terus berkembang menyasar kalangan konsumer dan pelaku UMKM. Didasarkan data jumlah pengajua pinjaman, didapat estimasi potensi pasar sebesar $57 juta atau setara Rp897 miliar.

Perhitungan potensi layanan Credit Scoring

Potensi layanan Payment Automation

Sistem Payment Automation memungkinkan nasabah melakukan pembayaran secara otomatis memotong saldo dari akun pembayaran yang dimiliki, seperti kartu debit/kredit, e-wallet, pulsa, dan sebagainya. Skema penggunaannya cukup beragam, salah satunya untuk menghadirkan layanan berlangganan di sebuah aplikasi digital.

Didasarkan pada analisis jumlah transaksi di masing-masing indeustri potensial, didapatkan potensi nilai ekonomi yang dihasilkan dari layanan ini sebesar $1,8 miliar atau setara Rp28,3 triliun dengan rincian sebagai berikut:

Perhitungan potensi layanan Payment Automation

Untuk data yang lebih lengkap dan ulasan komprehensif, silakan untuh “Open Finance Deep Dive Report” melalui tautan berikut ini: klik di sini.