Perbandingan KYC dan eKYC dalam Proses Onboarding Calon Nasabah Layanan Keuangan
03 June 2022
Author by Nida Amalia

Perbandingan KYC dan eKYC dalam Proses Onboarding Calon Nasabah Layanan Keuangan

Perbandingan KYC dan eKYC dalam Proses Onboarding Calon Nasabah Layanan Keuangan

Proses pengenalan calon nasabah wajib dilakukan oleh lembaga jasa keuangan sebelum benar-benar menyuguhkan produk atau layanannya. Proses tersebut disebut dengan KYC (Know Your Customer) untuk metode tradisional atau eKYC (Electronic Know Your Customer) untuk metode digital.

Ditinjau dari prosesnya, KYC dan eKYC sebenarnya sangat mirip. Alur dalam KYC onboarding adalah dimulai dari permintaan pembukaan akun oleh calon nasabah, pengisian formulir pendaftaran, verifikasi kartu identitas, hingga masuk ke dasbor layanan finansial atau mendapatkan akun yang diinginkan.

Namun demikian, ada sejumlah perbedaan antara proses onboarding yang dilakukan melalui KYC dan eKYC — pun terkait adopsi dari masing-masing pendekatan tersebut. Artikel berikut ini akan menjelaskan detailnya.

KYC onboarding dan penggunaannya

Proses KYC onboarding umumnya akan mengharuskan calon nasabah datang langsung ke kantor cabang terdekat dari penyelenggara layanan keuangan. Di sana, mereka akan disuguhkan dengan formulir pengajuan dan menyerahkan salinan dokumen administrasi yang dibutuhkan. Karena akan bertatap muka langsung dengan petugas, proses validasi keabsahan data pun akan dilakukan saat itu juga. Praktik KYC seperti ini banyak dilakukan perbankan atau lembaga keuangan nonbank yang selama ini beroperasi.

Kendati masih banyak diadopsi, sebenarnya proses KYC tradisional ini memiliki beberapa kekurangan, misalnya:

  • Proses yang relatif memakan waktu. Karena calon nasabah harus melakukan mobilitas untuk datang ke kantor cabang. Belum lagi jika ada dokumen yang belum lengkap, yang mengharuskan bolak-balik. Selain itu, dari pengalaman banyak orang, kantor perbankan di banyak kota membutuhkan waktu antre yang relatif lama.
  • Tantangan pada ekspansi bisnis. Ketika hendak melakukan ekspansi bisnis untuk menjangkau lebih banyak pelanggan potensial, mau tidak mau perusahaan harus bergantung dengan keberadaan kantor cabang untuk proses pendaftaran dan sebagainya. Beberapa layanan finansial kini juga memanfaatkan sistem keagenan untuk menghadang tantangan ini, namun dibutuhkan upaya lebih dalam melakukan edukasi.
  • Non-Paperless. Semua dokumen persyaratan yang ada masih bersifat cetak, sehingga saat tidak tepakai lagi, kemungkinan besar hanya akan menjadi limbah.

eKYC onboarding dan penggunaannya

Dalam membantu proses onboarding, eKYC mengonversi tahapan yang sebelumnya dilakukan manual menjadi digital. Digitalisasi yang dilakukan memungkinkan eKYC mentransformasi berbagai model bisnis layanan keuangan, mulai dari perbankan digital, uang elektronik, fintech lending, dan sebagainya.

Sejatinya secara proses juga sama, berikut ini perbedaannya antara KYC dan eKYC dalam onboarding calon nasabah:

Proses Onboarding Calon Nasabah Layanan Finansial
Proses Onboarding Calon Nasabah Layanan Finansial

Berikut ini keuntungan mempercayakan platform eKYC untuk layanan finansial:

  • Memiliki skalabilitas tinggi. Transformasi digital memungkinkan sebuah bisnis finansial untuk mengandalkan platform melakukan ekspansi atau menjaring lebih banyak pengguna. Penggunaan eKYC pada aplikasi finansial berpotensi meningkatkan lebih banyak nasabah hanya melalui aplikasi yang dipublikasikan.
  • Pengalaman pengguna yang ringkas. Platform eKYC seperti yang dihadirkan Finantier bahkan menyajikan “Instant Verification”, membuat proses yang dilakukan oleh nasabah menjadi sangat ringkas. Bahkan, waktu rata-rata yang ditempuh maksimal cuma 3 menit. Hal ini didukung dengan bantuan teknologi yang efisien, seperti kecerdasan buatan untuk membantu memvalidasi identitas hingga pembelajaran mesin untuk mendeteksi risiko fraud.
  • Paperless. Semua dokumen tercatat secara elektronik, meminimalisir potensi hilang atau rusak.

Tidak hanya di Indonesia, permintaan terhadap layanan eKYC juga cukup besar secara global. Hal ini seiring dengan perpindahan tren konsumen dalam mengadopsi layanan keuangan. Menurut laporan Polaris Market Research, ukuran pasar eKYC global telah mencapai $447,53 juta di 2021 dan diproyeksi akan bertumbuh dengan CAGR 22% sampai 2029 senilai $1,9 miliar.

Layanan Finantier Verification

Finantier adalah pengembang platform Open Finance yang memiliki visi untuk menghadirkan layanan infrastruktur teknologi bagi industri keuangan sehingga bisa meningkatkan inklusi keuangan. Layanan Open Finance sendiri sangat beragam, salah satunya adalah “Verification”.

Platform Verification menghadirkan platform autentikasi dan otorisasi untuk membantu eKYC. Penerapannya bisa di berbagai model bisnis, mulai dari perbankan, aplikasi simpan pinjam, dompet elektronik, dan lain-lain. Untuk proses validasi data kependudukan, Finantier Verification juga melakukan pengecekan dengan data yang ada di sistem Ditjen Dukcapil.

Dengan memanfaatkan layanan infrastruktur dari Finantier untuk eKYC, tidak hanya mengefisiensikan proses pengembangan, namun juga memastikan kepatuhan terkait standar layanan yang disyaratkan oleh regulator. Pengguna hanya perlu menghubungkan Open API yang dimiliki ke dalam aplikasi yang dikembangkan untuk bisa menghadirkan fitur onboarding nasabah yang mengesankan.

Penggunaan layanan eKYC seperti yang disuguhkan Finantier saat ini juga sudah memiliki payung hukum, yakni berada di bawah naungan regulatory sandbox Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga memastikan compliance yang mumpuni untuk diterapkan di platform keuangan yang identik dengan regulasi ketat.

Selain identitas, kemampuan Finantier juga bisa memverifikasi income dari calon nasabah. Biasanya dibutuhkan untuk use case dalam model bisnis multifinance, lending, atau investment ketika membentuk profil finansial sebagai bagian dari proses penilaian kelayakan.


Untuk mengetahui lebih lanjut tentang platform eKYC dari Finantier, kontak kami di link ini.