Pentingnya Credit Scoring untuk Menunjang Bisnis Fintech
15 March 2022
Author by Nida Amalia

Pentingnya Credit Scoring untuk Menunjang Bisnis Fintech

Pentingnya Credit Scoring untuk Menunjang Bisnis Fintech

Proses credit scoring atau penilaian kelayakan kredit calon nasabah diperlukan untuk memastikan institusi keuangan memberikan layanan pinjaman pada orang yang tepat. Dalam prosesnya, sistem credit scoring menggunakan berbagai data histori yang dimiliki oleh nasabah dari transaksi-transaksi yang ada sebelumnya. Salah satu caranya bisa dilakukan dengan mengakses Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di OJK atau dulu disebut dengan BI-Checking.

Data SLIK sendiri biasanya menyangkut rekam jejak debitur (peminjam dana) yang diambil dari transaksi sebelumnya. Biasanya, data tersebut bersumber dari basis data bank atau lembaga finansial lainnya. Bagi calon nasabah yang sebelumnya tidak memiliki akun bank, maka data di SLIK-nya pun akan kosong, sehingga mempersulit kreditur (pemberi pinjaman) untuk menentukan apakah mereka layak atau tidak. Untuk mengatasinya, yang dilakukan biasanya dengan melakukan survei ke rumah untuk melihat aset-aset yang dimiliki sebagai jaminan.

Melihat adanya gap tersebut, para inovator di bidang fintech memunculkan inovasi berupa Alternatif Credit Scoring, untuk menyajikan data-data sekunder sebagai bahan untuk analisis kredit.

Innovative Credit Scoring Permudah Analisis Kredit

Sebuah platform Innovative Credit Scoring mengelola data dari berbagai sumber, khususnya data-data transaksi yang biasanya dilakukan melalui aplikasi digital. Beberapa contoh sumber data yang diolah di antaranya catatan transaksi pulsa ponsel, pembayaran listrik PLN, pembelian barang di e-commerce, dan lain-lain. Secara regulasi, para pemain harus terdaftar dalam regulatory sandbox di Otoritas Jasa Keuangan, sesuai dengan aturan POJK №13/POJK.02/2018.

Salah satu produk di ekosistem Open Finance milik Finantier adalah Innovative Credit Scoring, ditujukan untuk menjadi lapisan infrastruktur yang membantu pemilik layanan keuangan digital mendapatkan kualitas penilaian kredit yang lebih komprehensif dalam hitungan detik. Layanan Finantier memiliki jaminan SLA (Service Level Agreement) 99,9% untuk memastikan sistem dapat diandalkan. Selain itu, turut dilapisi standar keamanan yang setara dengan digunakan para bank-bank besar.

Saat ini Finantier juga telah terdaftar dalam di OJK sebagai Inovasi Keuangan Digital di klaster Innovative Credit Scoring. Hal ini turut menjadikan Finantier sebagai perusahaan Open Finance pertama yang mendapatkan lisensi tersebut. Bagi pengguna ini sangat penting, mengingat model bisnis di sektor finansial diregulasi ketat oleh otoritas. Dengan terdaftarnya Finantier, dapat dipastikan seluruh proses bisnis yang diaplikasikan telah memenuhi standar keamanan dan perlindungan konsumen yang ditentukan.

Cara Kerja Innovative Credit Scoring

Dalam proses kerjanya, layanan Innovative Credit Scoring akan mengakses data-data yang dibutuhkan sebagai variabel penilaian. Tentunya, data-data tersebut didapatkan atas seizin dari pengguna. Proses tersebut dilakukan secara otomatis melalui aplikasi. Setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul, sistem akan melakukan analisis dan penilaian. Di sini, platform akan memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence dan Machine Learning untuk mempercepat proses.

Kemudian, hasil dari analisis tersebut akan ditampilkan dengan memberikan skor kepada calon nasabah sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Dari dasbor yang disediakan, institusi finansial dapat langsung melihat skor dari calon nasabah tersebut. Di Finantier bahkan skor turut diberikan kepada setiap kategori data yang digunakan untuk analisis.

Berbekal informasi yang didapat, institusi finansial dapat menentukan apakah calon nasabah bisa mendapatkan layanan kredit yang dimiliki atau tidak. Bahkan secara lebih mendetail, penyedia layanan kredit juga bisa menentukan berapa besar nilai kredit maksimal yang akan diberikan didasarkan kemampuan dari calon nasabah tersebut.

Pentingnya Teknologi untuk Credit Scoring

Fintech Lending atau P2P Lending adalah salah satu jenis fintech yang akan secara intensif memanfaatkan layanan ini. Dalam proses kerjanya, mereka membutuhkan proses penilaian kelayakan yang cepat untuk memberikan umpan balik sesegera mungkin setelah pengguna melakukan pengajuan. Selain proses yang cepat, berikut ini beberapa keuntungan yang bisa didapat perusahaan fintech saat mengaplikasikan teknologi Alternatif Credit Scoring di bisnisnya:

  1. Membuka peluang pasar yang lebih luas

Menurut data dari Bain & Company, Google, dan Temasek pada tahun 2019 ada sekitar 92 juta penduduk dewasa yang belum tersentuh layanan perbankan (unbankable). Angka tersebut melebihi separuh dari total penduduk usia produktif yang mencapai 182 juta jiwa. Artinya, jika institusi keuangan ingin menjangkau kalangan tersebut untuk menyediakan layanan kredit konsumtif atau produktif, maka dibutuhkan data-data alternatif yang dapat dijadikan patokan dalam credit scoring.

Penerapan platform Innovative Credit Scoring memungkinkan institusi untuk merangkul kalangan di kategori unbakable. Data seperti transaksi telekomunikasi, listrik, PPOB lainnya telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat secara umum. Jadi, walaupun mereka belum pernah memiliki rekening bank, data-data transaksi tersebut sebagian besar pasti memiliki.

2. Menghemat biaya dan waktu

Layanan Innovative Credit Scoring tidak memerlukan effort besar dalam implementasinya. Jika diintegrasikan ke dalam aplikasi, prosesnya pun seamless menggunakan sambungan API yang aman dan terstandarisasi. Jika dibandingkan harus mengembangkan secara mandiri, penggunaan layanan yang siap pakai akan menjadi solusi yang lebih efektif. Pasalnya, untuk mengembangkannya membutuhkan biaya yang besar dan harus patuh terhadap regulasi. Ini juga akan menghemat waktu perusahaan untuk fokus terhadap proses bisnis utamanya.

3. Solusi menyeluruh dalam Open Finance

Layanan credit scoring Finantier terhubung dengan ekosistem Open Finance yang dimiliki. Dalam implementasinya, platform fintech atau institusi keuangan lainnya bisa sekaligus memanfaatkan layanan lain yang tersedia, misal sistem verifikasi instan untuk membantu mempercepat proses e-KYC (electronic know your customer).

Dengan adanya sistem verifikasi dan penilaian yang komprehensif, pemberi layanan pinjaman dapat menjamin dan meningkatkan TKB90 (Tingkat Keberhasilan Bayar) pada hari yang ke-90 dengan hanya melayani calon nasabah yang memang memiliki daya untuk melakukan pengembalian dana secara rutin. Berdasarkan catatan OJK, rata-rata persentase TKB90 Fintech lending pada Desember 2021 lalu berkisar di angka 97.71%.

Hubungi kami untuk layanan Credit Scoring

Mulai sekarang

Kontak dengan tim ahli kami!

Coba demo sekarang