Penerapan Human Verification Pada Fintech Lewat e-KYC
26 April 2022
Author by Nida Amalia

Penerapan Human Verification Pada Fintech Lewat e-KYC

Penerapan Human Verification Pada Fintech Lewat e-KYC

Dalam bisnis teknologi finansial (fintech), terdapat urgensi untuk menerapkan sistem verifikasi calon pengguna sebelum mereka benar-benar on-boarding ke dalam aplikasi dan melakukan transaksi. Sederhananya, proses ini berbentuk ‘human verification’ melakukan untuk memastikan serangkaian hal, seperti apakah mereka benar-benar pengguna yang valid; apakah informasi yang dimasukkan benar; serta apakah identitas yang disetorkan sudah sesuai.

Di dalam terminologi keuangan, proses tersebut disebut dengan Know Your Customer (KYC). Sementara itu, versi digitalnya disebut dengan Electronic Know Your Customer (e-KYC).

Apa itu e-KYC?

Menurut aturan yang ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), e-KYC adalah platform yang membantu menyediakan jasa identifikasi dan verifikasi yang dilakukan terhadap calon nasabah ataupun nasabah dengan menggunakan data kependudukan bersumber dari Ditjen Dukcapil. Penerapan e-KYC ada hampir di setiap platform fintech, mulai dari digital banking, e-wallet, fintech lending, insurtech, sampai dengan digital broker.

Penerapan e-KYC bisa dikatakan wajib bagi pelaku fintech. Sekain verifikasi, penyedia jasa finansial berpotensi untuk mendapatkan ceruk nasabah yang lebih besar dengan mengefisiensikan proses administrasi pembukaan akun.

Dengan e-KYC, semua bisa dilakukan secara online, baik melalui aplikasi mobile maupun situs web yang dikembangkan. Untuk penyelenggara platform e-KYC, saat ini dipayungi lewat regulasi di OJK, tepatnya dalam regulatory sandbox Inovasi Keuangan Digital.

Cara kerja e-KYC

Berbeda dengan KYC tradisional yang mengharuskan calon nasabah untuk hadir di kantor cabang terdekat, e-KYC prosesnya sepenuhnya online. Secara umum ada beberapa tahapan yang umum diterapkan dalam sistem e-KYC, meliputi:

  • Input Data; pada awalnya calon nasabah akan diminta untuk mengisikan sejumlah informasi terkait identitas diri. Termasuk mengunggah sejumlah dokumen yang disyaratkan. Biasanya penyelenggara akan memanfaatkan teknologi seperti Optical Character Recognition (OCR) agar dapat membaca unggahan dokumen identitas secara online dan cepat.
  • Verifikasi Data; dari data yang dimasukkan oleh pengguna, sistem akan melakukan verifikasi. Terkait akun, verifikasinya bisa menggunakan One Time Password (OTP) yang dikirimkan via SMS atau email. Sementara untuk data kependudukan, sistem juga bisa melakukan verifikasi dengan basis data Ditjen Dukcapil. Penyelenggara platform menghubungkan sistemnya melalui sambungan API yang aman ke Dukcapil untuk mengakomodasi proses ini.
  • Verifikasi Pengguna; setelah informasi berhasil diverifikasi, beberapa layanan seperti digital banking melakukan verifikasi pengguna melalui sambungan video call.

Berikut ini gambaran umum tentang proses e-KYC, serta perbedaan mendasarnya dengan layanan KYC tradisional:

Proses e-KYC dan perbedaannya dengan layanan KYC tradisinonal

e-KYC di berbagai negara

Tidak hanya di Indonesia, e-KYC juga menjadi bagian dari inovasi keuangan digital yang digencarkan di negara lain. Misalnya di Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS) bekerjasama dengan Smart National Digital Government Office dan Government Technology Agency mengembangkan platform Identitas Digital Nasional yang akan memberikan warga sarana untuk membuktikan identitas mereka dan menandatangani dokumen secara digital, sehingga mereka dapat bertransaksi dengan nyaman dan aman secara online.

Sementara itu, di Filipina, Bangko Sentral ng Pilipinas selaku bank sentral setempat, mengerjakan implementasi sistem ID nasional yang juga diperuntukkan untuk kebutuhan e-KYC dalam proses on-boarding konsumen layanan finansial digital. Tak hanya itu, Bank Negara Malaysia, sejak 2019 mereka mulai membuat standar nasional untuk penerapan e-KYC untuk proses penerimaan nasabah individual di bisnis keuangan.

Menurut laporan Polaris Market Research, potensi bisnis layanan e-KYC sendiri cukup besar. Di tahun 2021 nilai kapitalisasi pasarnya telah mencapai $447,53 juta dan akan bertumbuh sampai $1,9 miliar pada tahun 2029 dengan CAGR 22%. Salah satu penyebabnya adalah ekosistem fintech yang semakin matang diadopsi di berbagai negara di dunia serta roadmap pemerintah untuk mendorong indeks inklusi keuangan.

e-KYC di Open Finance

Open Finance adalah layanan infrastruktur teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis teknologi. Melalui sambungan API (Application Programming Interface) yang aman, fitur-fitur keuangan termutakhir dapat diintegrasikan dan diterapkan dalam aplikasi keuangan yang dikembangkan. e-KYC adalah salah satu dari ragam produk yang ada di ekosistem Open Finance.

Finantier sendiri merupakan inovator terdepan dalam inovasi Open Finance. Terkait e-KYC, Finantier memiliki produk Verification, menghadirkan kapabilitas verifikasi instan dalam proses e-KYC. Terhubung dengan basis data di regulator, layanan e-KYC Finantier menjamin akurasi data dan informasi yang diperbarui secara real-time.

Adapun data yang bisa diverifikasi Finantier tidak hanya terkait data-data identitas, melainkan juga data terkait dengan income atau pendapatan seseorang. Hal ini untuk mencerminkan profil finansial calon nasabah tersebut. Beberapa bisnis keuangan membutuhkan data ini untuk membantu mereka dalam menganalisis kelayakan nasabah.

Selain itu, penerapan produk Verification tersebut dapat di berbagai use case, termasuk di produk-produk yang dikustomisasi—mulai dari layanan keuangan personal, pembayaran, sampai dengan pembiayaan. Proses implementasinya pun tergolong ringkas dengan Open API yang aman untuk meminimalisir tahapan-tahapan manual, sehingga dapat memberikan efisiensi bagi pengembang aplikasi.

Di sisi pengguna, e-KYC instan ini juga memberikan pengalaman yang mengesankan. Rata-rata waktu maksimal yang dibutuhkan hanya 3 menit, bahkan lebih cepat. Sehingga dapat meningkatkan akuisisi dan retensi pengguna.

Penerapan sistem e-KYC telah menjadi hal yang “wajib” bagi pelaku bisnis finansial yang ingin go-digital. Dengan memilih mitra yang tepat, selain mendapatkan jaminan keamanan dan keandalan sistem, juga berpotensi memberikan benefit lebih kepada pengembang sekaligus pengguna. e-KYC juga  memungkinkan platform fintech untuk mendapatkan berbagai kapabilitas lebih melalui ragam fitur yang tersedia dan bisa saling terhubung.

Hubungi kami untuk layanan e-KYC

Mulai sekarang

Kontak dengan tim ahli kami!

Coba demo sekarang