Meningkatkan Layanan Personal Finance dengan Teknologi Open Finance
16 March 2022
Author by Nida Amalia

Meningkatkan Layanan Personal Finance dengan Teknologi Open Finance

Meningkatkan Layanan Personal Finance dengan Teknologi Open Finance

Menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan nasional baru mencapai 38,03%. Pada 2024 mendatang, pemerintah punya target ambisius untuk meningkatkan persentase tersebut hingga 90%. Berbagai upaya dilakukan, termasuk dengan menyediakan ekosistem teknologi keuangan yang relevan, salah satunya agar dapat muncul berbagai inovasi layanan Personal Finance yang lebih aksesibel dan komprehensif bagi masyarakat.

Penerapan sebuah layanan Personal Finance memungkinkan produk-produk keuangan konsumen dapat ditingkatkan dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing pengguna yang unik. Selain itu, dengan dasbor data intuitif yang ditampilkan, pengguna dapat dengan mudah memahami kondisi keuangannya, sehingga dapat melakukan pengelolaan dan melahirkan keputusan finansial secara lebih baik.

Layanan Personal Finance juga merupakan salah satu use case yang disediakan oleh platform Open Finance seperti yang dikembangkan Finantier. Melalui platform tersebut, sejumlah modul teknologi keuangan dapat diaplikasikan untuk mengembangkan sebuah sistem finansial yang lebih terpersonalisasi.

Apa itu Personal Finance?

Secara harfiah, Personal Finance adalah produk finansial yang ditujukan untuk mencatat, mengelola, dan memberikan gambaran atas keuangan pribadi dari penggunaannya. Di dalam konteks Open Finance, platform Personal Finance dapat disematkan ke dalam berbagai jenis layanan finansial untuk memainkan berbagai fungsi spesifik, misalnya:

  • Pencatatan Keuangan; ditujukan untuk membantu pengguna dalam mengelola arus kas pribadinya, melakukan budgeting atau pengaturan alokasi uang, hingga mendapatkan laporan atas kondisi keuangannya saat ini. Penerapan platform Personal Finance di sini dengan menyediakan dasbor untuk membantu pengguna memahami kondisi keuangannya secara real time — bisa berbentuk laporan historikal, grafik, dan lain sebagainya.
  • Aplikasi Investasi (Wealthtech); dimanfaatkan dalam membantu pengguna mencapai tujuan finansialnya (financial freedom). Platform Personal Finance berperan penting di sini, karena dapat melakukan beberapa tugas sekaligus, termasuk: memberikan analisis kemampuan investasi, memberikan gambaran proyeksi return of investment, hingga membantu pengelolaan aset dari instrumen investasi yang berbeda.
  • Layanan Lending; selain untuk konsumen akhir, sebuah dasbor Personal Finance juga bisa digunakan oleh pemilik bisnis lending guna mendapatkan insight dari kondisi keuangan calon nasabahnya. Adanya dasbor ini akan membantu analis dalam menentukan kelayakan kredit seseorang dan memastikan mereka memiliki daya untuk melakukan pengembalian atas angsuran yang disepakati.

Pada dasarnya, gambaran atas kondisi keuangan seseorang dapat ditampilkan dalam platform Personal Finance. Sehingga berbagai jenis produk finansial — khususnya berbasis digital — dapat menerapkan layanan ini sebagai salah satu value added yang diberikan kepada penggunaanya.

Cara Kerja Layanan Personal Finance

Dalam sebuah alur kerja platform Personal Finance terdiri dari 4 fase proses utama, berikut ini penjelasannya:

  1. Pengumpulan Data; proses ini dapat dilakukan secara manual, dengan meminta pengguna memasukkan data-data keuangan yang dimiliki. Selain itu pengumpulan data juga dapat dilakukan secara otomatis dengan mengintegrasikan sistem ke layanan keuangan/pembayaran/bank yang digunakan oleh pengguna. Data-data ini akan dikumpulkan, distandardisasi, dan dimasukkan ke dalam sebuah basis data yang aman dengan sistem enkripsi.
  2. Analisis Data; dari data yang berhasil disimpan, sistem akan melakukan analisis terhadap kondisi keuangan pengguna. Teknologi terkini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) untuk mengautomasi proses, sehingga menjadi sangat cepat dan lebih akurat.
  3. Visualisasi Data; data-data yang sudah dianalisis akan diekstraksi dan divisualisasikan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Di fase ini, insight akan diberikan secara visual agar mudah dibaca dan dipahami oleh pengguna — alih-alih hanya melihat data tabel yang cenderung lebih kompleks.
  4. Integrasi (jika dibutuhkan); layanan Open Finance memungkinkan hasil dari data Personal Finance tersebut diintegrasikan ke dalam sistem lain untuk dijadikan sebagai fitur atau layanan penunjang. Mekanisme integrasinya menggunakan sambungan Application Programming Interface yang aman, dihubungkan ke dalam backend aplikasi.

Teknologi Open Finance untuk Personal Finance

Sebelumnya, ketika ingin menghadirkan fitur Personal Finance biasanya pengembang suatu aplikasi harus mengembangkan dasbor tersebut secara mandiri. Termasuk ketika dibutuhkan agregasi ke berbagai akun finansial — backend aplikasi tersebut harus dihubungkan ke banyak layanan melalui banyak API. Kadang, proses tersebut akan memakan waktu yang lama dan investasi yang tidak sedikit, karena memerlukan proses negosiasi, desain, hingga pelaporan terkait kerja sama yang dilakukan.

Oleh karena itu, Finantier menghadirkan Teknologi Open Finance seperti yang menyediakan lapisan infrastruktur siap pakai, salah satunya untuk Personal Finance. Tahapan-tahapan manual [saat mengembangkan secara mandiri] dapat dikurangi dengan menghadirkan layanan berbasis platform “siap pakai”. Pengembang hanya perlu menghubungkan aplikasinya dengan satu buah API untuk mendapatkan kapabilitas-kapabilitas yang dibutuhkan terkait Personal Finance. Selain menghemat waktu, ini juga akan memberikan efisiensi dalam proses bisnis.

Untuk memberikan gambaran yang lebih baik, berikut ini skema dari penerapan teknologi Open Finance untuk use case Personal Finance:

Skema penerapan teknologi Open Finance

Dengan Open Finance, diharapkan layanan Personal Finance yang dihadirkan dapat menjadi lebih bisa diandalkan dengan berbagai peningkatan, antara lain:

  • Menyajikan Laporan yang Dipersonalisasi; pada dasarnya setiap pengguna memiliki kebutuhan yang unik atas kondisi keuangannya masing-masing. Layanan Personal Finance yang diberdayakan dengan Open Finance akan memberikan sistem pelaporan yang disesuaikan dengan masing-masing pengguna. Dengan begitu, pengguna akan dapat dikategorikan dengan menggabungkan data dari banyak sumber-sumber data finansial yang sebelumnya tidak banyak digunakan.
  • Pembaruan Data Real Time; proses agregasi, koneksi, pembaruan, dan penyampaian data dilakukan secara terus-menerus melalui infrastruktur server andal milik penyedia layanan Open Finance. Finantier sendiri menyediakan SLA 99,9% untuk sistemnya, sehingga memastikan layanan Personal Finance bisa diandalkan kapan pun tanpa gangguan.
  • Tampilan yang Disukai Pengguna; setiap pengguna menyukai laporan yang sederhana, dengan pendekatan User Interface dan User Experience modern yang diaplikasikan, use case Personal Finance dengan teknologi Finantier dibungkus dengan tampilan nyaman, tanpa friksi, dan mudah dipahami.

Meningkatkan Literasi Keuangan dengan Open Finance

Pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi keuangan pribadi menjadi salah satu indikasi penting dari indeks literasi keuangan. Pasalnyam kepedulian tentang pengetahuan finansial baiknya memang dimulai dari diri sendiri. Dengan mengetahui sehat atau tidaknya kondisi keuangannya, masyarakat akan memiliki kecenderungan untuk mencari tahu solusi yang pas dalam memperbaiki masalah keuangannya, apakah itu terkait pengelolaan, tujuan finansial, pinjaman, atau lain sebagainya.

Misi Finantier adalah untuk menjadi bagian dalam inklusi finansial, khususnya dalam melayani kalangan unbanked dan underserved. Produk teknologi yang dihadirkan berorientasi untuk membantu pelaku di ekosistem keuangan mendapatkan kemudahan ketika ingin menjangkau kalangan tersebut. Selain target sosial, perluasan tersebut juga diharapkan menjadi nilai tambah bagi pelaku bisnis, yakni terkait perluasan pangsa pasarnya.

Untuk layanan Personal Finance sendiri, fitur yang disediakan Finantier melalui ekosistem produk Open Finance-nya memungkinkan kalangan unbanked dan underserved tetap mendapatkan laporan komprehensif dari kondisi keuangannya. Sistem agregasi data Finantier tidak hanya terpaku dari sumber institusi formal seperti data perbankan, karena kalangan tersebut masih banyak yang tidak memiliki akses ke rekening bank. Alternatifnya, Open Finance turut mengambil data-data dari sumber layanan keuangan nonformal, bahkan termasuk ke aplikasi transaksional yang sebelumnya dianggap tidak memiliki value terhadap pelaporan keuangan, misalnya transaksi histori pembayaran PPOB.

Harapannya, dengan penerapan teknologi Open Finance ini, setiap orang kayak untuk meningkatkan kondisi keuangannya. Data ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, juga menunjang akses ke produk finansial yang lebih luas.

Kontak kami untuk layanan Open Finance

Mulai sekarang

Kontak dengan tim ahli kami!

Coba demo sekarang