Masa Depan Yang Lebih Cerah: Bagaimana Open Finance Dapat Membantu Masyarakat Indonesia Yang Tidak Memilki Rekening Bank

Masa Depan Yang Lebih Cerah: Bagaimana Open Finance Dapat Membantu Masyarakat Indonesia Yang Tidak Memilki Rekening Bank

Dengan Open Finance, Finantier memungkinkan perusahaan untuk menciptakan layanan keuangan generasi berikutnya - yang dapat di akses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.

21 May 20213 menit bacaan
Tun Yong Yapoleh Tun Yong Yap
Masa Depan Yang Lebih Cerah: Bagaimana Open Finance Dapat Membantu Masyarakat Indonesia Yang Tidak Memilki Rekening Bank

Aset digital paling berharga dalam seseorang adalah data pribadinya.

Data dikumpulkan setiap detik saat kita terhubung dengan internet, dari preferensi pembelian barang di marketplace hingga jejak pencarian di search engine.

Sayangnya, data milik kita sendiri saat ini kurang dapat dimanfaatkan secara efisien.

Ketika kita memberikan data pribadi kita ke beberapa platform keuangan, informasi data tersebut yang dikumpulkan sebenarnya tidak semata-mata dapat menguntungkan konsumen. Maka dari itu, banyak platform atau perusahaan yang sangat berhati-hati dalam menggunakan data pelanggan agar dapat terhindar dari persaingan.

Hal ini mengakibatkan data kita disimpan secara tertutup dan menimbulkan masalah karena perusahaan tidak memiliki gambaran menyeluruh tentang identitas digital kita.

Selain penghambatan terhadap produk yang bisa lebih dipersonalisasi, keterbatasan akses data pun akan menjadi kendala dikarenakan kurangnya informasi pribadi kita.

Namun, ini semua dapat berubah - hanya dengan Open Finance.

Memanfaatkan Data Kita Sendiri

Definisi Open Finance adalah pertukaran data keuangan konsumen yang disetujui dan diamankan antara lembaga keuangan, guna menghubungkan kumpulan data tersebut dengan kumpulan data lainnya.

Hal ini memungkinkan data pribadi kita diproses dengan cara yang menguntungkan.

Berdasarkan konsep Open Finance, produk Finantier dapat memudahkan fintech platform dan lembaga keuangan lainnya untuk lebih memahami konsumen dan meningkatkan akses keuangan bagi mereka, khususnya yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia.

Salah satu produk Verifikasi Identitas milik Finantier,  dapat mengumpulkan data dari berbagai platform keuangan di Indonesia untuk memungkinkan perusahaan memverifikasi identitas penggunanya dengan cara yang lebih cepat dan efisien.

Produk ini pun dapat membantu perusahaan untuk memvalidasi identitas konsumen yang tidak memiliki rekening bank dengan mengakses data platform keuangan alternatif seperti pemberi pinjaman P2P. Hal ini sangatlah memudahkan para konsumen untuk mengakses layanan keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi mereka yang memiliki rekening bank.

Membuka Layanan Keuangan Untuk Semua

Berikut salah satu contoh studi kasus pada produk Verifikasi Identitas yang bisa dipelajari dari Siti.

Siti tinggal di pinggiran kota Surabaya. Seperti kebanyakan penduduk disana, Siti tidak memiliki rekening bank. Sebagai gantinya, dia menangani keuangan bisnis warung kecilnya tersebut melalui aplikasi dompet digital.

Sebelumnya, Siti tidak dapat mengajukan pinjaman bank untuk bisnis warungnya karena bank tidak memiliki informasi yang memadai tentang identitasnya untuk melakukan pemeriksaan latar belakang identitas Siti.

Hal ini menghambat mata pencahariannya karena bisnis warungnya mengalami kekurangan modal.

Namun, dengan produk Verifikasi Identitas Finantier, data identitas Siti tidak akan ditolak oleh layanan keuangan yang dia perlukan. Sebagai gantinya, bank dapat mengakses data Bayu dari aplikasi dompet digital guna pemeriksaan identitas datanya sebelum memproses pinjaman.

Dengan pinjaman tersebut, Siti akan dapat mengembangkan usahanya dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Indonesia memiliki salah satu konsentrasi UMKM tertinggi di seluruh dunia. Bagaimana layanan keuangan yang tepat dapat diberikan kepada masyarakat agar dapat mendukung pertumbuhan mereka? (Kredit Foto: Oliver Wyman)

Pendekatan Yang Lebih Adil

Selain memverifikasi identitas, produk Credit Scoring Finantier juga memungkinkan berbagai platform keuangan untuk dapat mengukur kemampuan pengguna layanan untuk melakukan pembayaran kembali.

Dengan menganalisis berbagai data keuangan mulai dari transaksi hingga pembayaran pinjaman di berbagai platform, model ini dapat secara lebih menyeluruh memastikan kelayakan kredit seseorang, serta mencegah diskriminasi terhadap mereka yang tidak memiliki rekening bank.

Finantier’s credit scoring model bridges this information gap, allowing banks and incumbent financial institutions to offer financial services for the unbanked in Indonesia.

Kembali ke kasus Siti, sebelumnya pinjaman yang dia diajukan di bank lain ditolak disebabkan riwayat kreditnya yang buruk.

Namun, tanpa sepengetahuan bank, dia terus-menerus melunasi pinjamannya dari platform pinjaman P2P dan arus kas bisnisnya menjadi positif.

Model Produk Credit Scoring ini mampu menjembatani kesenjangan informasi yang memungkinkan bank dan lembaga keuangan menawarkan layanan keuangan bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia.

Mempercepat Inklusi Keuangan

Menyediakan layanan keuangan bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia adalah tugas yang sangat berat, mengingat hampir 140 juta (atau setengah dari jumlah populasi) tidak memiliki akses ke layanan perbankan.

Selain memicu kesenjangan ekonomi, ketidakadilan dalam akses ke berbagai layanan keuangan juga dapat menciptakan kesenjangan sosial, di mana masyarakat tidak dapat memanfaatkan sumber daya keuangan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Namun, pemerintah - melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - telah bekerja keras untuk mengatasi kesenjangan yang semakin meningkat.

Melalui serangkaian rencana multi-tahunan yang ditargetkan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Indonesia, para pihak berwajib berhasil menaikkan tingkat inklusi keuangan dari 67% di tahun 2016 menjadi 76% pada 2019.

Negara itu sendiri akan mendapatkan keuntungan jika pertumbuhan ekonomi terjadi secara inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini nantinya juga akan mencegah munculnya sejumlah masalah sosial - seperti tingkat pengangguran yang tinggi.

Open Finance merupakan salah satu pemegang peranan penting dalam mewujudkan inklusi keuangan.

Dengan menempatkan kembali manfaat data pribadi ke tangan masyarakat secara individu, Finantier memungkinkan perusahaan maupun lembaga keuangan lainnya mampu untuk menciptakan kemajuan pertumbuhan ekonomi secara signifikan bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Dalam Ringkasan

✅ Karena data keuangan pribadi disimpan secara tertutup, konsumen tidak bisa mendapatkan manfaat darinya.

✅ Hal ini mengakibatkan ketersediaan informasi yang menyeluruh, sehingga membatasi layanan keuangan bagi masyarakat yang tidak memiliki bank.

✅ Open Finance memecahkan masalah ini dengan menghubungkan data dari berbagai platform, memungkinkan perusahaan untuk menawarkan layanan keuangan bagi masyarakat yang tidak memiliki bank.