Cara Kerja P2P Lending dan Bagaimana Teknologi Open Finance Berperan
15 March 2022
Author by Nida Amalia

Cara Kerja P2P Lending dan Bagaimana Teknologi Open Finance Berperan

Cara Kerja P2P Lending dan Bagaimana Teknologi Open Finance Berperan

Perkembangan teknologi finansial (fintech) di Indonesia memberikan banyak sekali manfaatkan kepada masyarakat, terutama kaitannya dengan akses ke layanan keuangan. Di antara varian produk fintech yang ada, peer-to-peer lending alias p2p lending menjadi salah satu yang paling pesat. Tujuan p2p lending memberikan akses ke produk kredit uang (tunai) secara mudah dengan menghubungkan peminjam dan pemberi pinjaman — baik individu maupun instansi/UMKM.

Penetrasi p2p lending di Indonesia juga berpotensi meningkatkan indeks inklusi keuangan secara menyeluruh. Terlebih dengan penggunaan teknologi yang tepat, para penyedia layanan p2p lending bisa mengakomodasi pinjaman ke kalangan yang lebih luas, termasuk orang-orang yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan layanan finansial dari institusi formal (unbankable). Nah, salah satu teknologi yang bisa diterapkan untuk menunjang misi tersebut adalah Open Finance.

Apa itu P2P Lending?

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan №77/POJK.01/2015, p2p lending adakah layanan pinjam-meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur (lender) dengan debitur (borrower) berbasis teknologi informasi. Kreditur atau debitur tersebut dapat berupa individu maupun instansi. P2p lending juga sering disebut dengan fintech lending yang didefinisikan sebagai layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Terdapat beberapa manfaat dari layanan p2p lending, baik bagi peminjam maupun pemberi pinjaman. Berikut ini adalah manfaat p2p lending untuk peminjam:

  • Proses administrasi lebih cepat

Seluruh proses pengajuan pinjaman di p2p lending dilakukan secara online melakukan aplikasi mobile atau situs web yang disediakan setiap perusahaan penyedia layanan. Begitu pula proses pemberkasan atau yang biasa dikenal dengan e-KYC (electronic know your customer), konsumen akan diminta mengunggah dokumen-dokumen pendukung seperti KTP, Slip Gaji, dll secara online. Pemanfaatan teknologi tepat guna membuat proses input hingga validasi dapat berlangsung secara singkat.

  • Tidak ada jaminan

P2p lending pada dasarnya berbentuk layanan pinjaman tanpa agunan, tidak ada barang atau surat berharga yang perlu dijaminkan ketika mengajukan pinjaman. Namun demikian, biasanya ada beberapa informasi yang harus diberikan, seperti kontak darurat, nomor kantor, atau surat keterangan pendirian perusahaan jika pinjaman tersebut diajukan atas nama instansi yang sudah memiliki legalitas.

  • Varian pinjaman beragam

Terdapat berbagai jenis pinjaman yang diberikan oleh p2p lending, mulai dari pinjaman untuk keperluan individu (konsumtif), pinjaman UMKM, pinjaman untuk toko online, pinjaman invoice financing (pembelian pasokan barang dagangan), dan lain-lain. Beberapa platform p2p lending juga memiliki sasaran konsumen yang spesifik dalam menjajakan pinjamannya, misalnya ada yang fokus untuk wirausahawan perempuan, hingga pemilik toko kelontong.

Sementara itu bagi pemberi pinjaman, berikut ini manfaat yang bisa didapatkan:

  • Diversifikasi investasi

Bagi pemberi pinjaman, p2p lending dapat dijadikan salah satu instrumen investasi. Terdapat mekanisme bagi hasil yang diterapkan, dari bunga pinjaman yang telah disepakati dengan pengguna.

  • Pengembalian relatif tinggi dan cepat

Tenor pinjaman di p2p lending biasanya relatif singkat –kebanyakan dalam hitungan bulan. Hal ini memungkinkan proses pengembalian imbal hasil juga relatif lebih cepat. Bunga yang dikenakan juga umumnya lebih besar, khususnya oleh p2p lending yang menyasar sektor konsumtif, sehingga bagi hasilnya pun akan menyesuaikan.

  • Prosesnya mudah

Seluruh rangkaian proses pemberian pinjaman tersebut juga dilakukan secara online melalui aplikasi atau situs web yang disediakan. Di dalam aplikasi tersebut, pengguna juga dapat memantau progres dana yang dikelola oleh perusahaan p2p lending. Beberapa aplikasi juga memberikan keleluasaan kepada pemberi pinjaman untuk memilih kategori/sektor yang ingin didanai.

Bagaimana cara kerja P2P Lending?

Sebagai sebuah platform teknologi, aplikasi p2p lending bertugas untuk menghubungkan antara kebutuhan kreditur dan debitur. Adapun cara kerja p2p lending secara umum sebagai berikut:

  1. Pengguna, baik itu kreditur atau debitur, akan melakukan registrasi secara online melalui aplikasi atau situs web yang disediakan. Di dalam proses registrasi ini, tiap pengguna juga akan melewati proses e-KYC. Umumnya pengguna akan diminta mengunggah foto kartu identitas dan melakukan swafoto untuk proses validasi.
  2. Untuk debitur alias orang yang mengajukan pinjaman, beberapa platform akan meminta mengisikan sejumlah informasi lain disesuaikan dengan jenis produk atau besaran pinjaman yang diajukan. Termasuk jika pinjaman tersebut diajukan atas nama instansi atau UMKM, ada beberapa berkas lain yang biasanya diperlukan untuk diunggah.
  3. Selanjutnya, debitur akan melakukan pengajuan pinjaman sesuai dengan nominal yang dibutuhkan. Dari sini, sistem di p2p lending juga akan melakukan uji kelayakan kredit dengan menilai sejumlah variabel yang telah ditentukan. Biasanya sistem akan melihat histori berbagai transaksi untuk memastikan apakah debitur tersebut akan memiliki kemampuan pengembalian atau tidak.
  4. Kemudian, dari data debitur yang sudah masuk, akan disuguhkan ke dalam dashboard khusus yang ditujukan bagi para kreditur. Mereka bisa memilih menggelontorkan uangnya untuk memberikan pinjaman kepada debitur dengan risiko atau kriteria tertentu. Sistem p2p lending akan membantu dalam proses memberikan data hasil analisis yang mudah dibaca oleh pengguna.
  5. Setelah kebutuhan debitur match dengan kriteria kreditur, platform akan melakukan penyaluran dana dan pencairan ke rekening. Sebagai informasi, satu kebutuhan pinjaman bisa difasilitasi satu atau sekelompok kreditur — untuk proyek pembiayaan produktif dengan nilai yang lebih besar, biasanya sifatnya kolektif [lebih banyak yang terlibat].
  6. Terakhir, peminjam akan secara rutin melakukan pengembalian dana, disertai bunga yang diterapkan sesuai dengan tenor waktunya. Setelah semua proyek pendanaan selesai [pinjaman lunas], proses bagi hasil dan pengembalian investasi akan dilakukan oleh platform oleh platform kepada pemberi pinjaman.

Kendati demikian, beberapa fintech lending juga memiliki kriteria unik dalam proses pengajuan pinjaman maupun pendanaan sesuai dengan produk yang disediakan. Misalnya ada fintech yang fokus membiayai pedagang di online marketplace, mereka akan meminta pengguna untuk menghubungkan akun marketplace yang dimiliki untuk melihat histori penjualan. Data tersebut akan digunakan sebagai salah satu variabel penilaian kredit.

Teknologi Open Finance di P2P Lending

Guna meningkatkan lapisan infrastruktur dan teknologi dari platform p2p lending, pengembang dapat memanfaatkan keunggulan Open Finance untuk diintegrasikan ke dalam sistem. Open Finance berbentuk ekosistem produk, fitur-fitur yang disediakan dapat digunakan untuk secara spesifik memperkuat aspek tertentu dalam proses bisnis sebuah p2p lending. Finantier sendiri adalah salah satu pengembang platform Open Finance yang turut menargetkan p2p lending sebagai use case utamanya.

Finantier memiliki sejumlah produk yang dapat diintegrasikan ke dalam sebuah layanan p2p lending untuk memberikan efisiensi dalam proses didalamnya, sebagai berikut:

  • Membantu proses e-KYC dengan Instant Verification; Finantier menyediakan layanan verifikasi yang dapat bekerja secara instan memberikan keputusan kelayakan kredit dengan memvalidasi data yang diunggah dalam proses e-KYC, serta memberikan verifikasi melalui data income yang diunggah. Proses kerjanya di sisi pengguna sangat cepat dan akurat disajikan dengan user interface/experience yang intuitif, sehingga membuat keseluruhan proses dapat berjalan lebih efektif.
  • Meningkatkan kualitas penilaian kredit dengan Credit Scoring; Finantier menyajikan data finansial alternatif untuk meningkatkan variabel-variabel penilaian kredit. Prosesnya dengan memanfaatkan data-data transaksional yang dimiliki pengguna [dengan persetujuan pengguna], seperti transaksi PPOB, telekomunikasi, transaksi e-commerce, dll. Data-data ini diproses dalam hitungan detik, termasuk untuk melengkapi sistem penilaian yang didapat dari SLIK OJK.
  • Memudahkan proses pembayaran dengan Platform Repayment; Finantier membantu platform untuk mengotomasi sistem repayment (pembayaran berulang) yang terintegrasi secara mulus dalam aplikasi. Memudahkan pengguna untuk melakukan pengembalian cicilan secara efektif. Bagi pemilik bisnis, layanan ini menawarkan fee pembayaran yang lebih ringan, lebih murah 99% dari sistem yang sudah ada sebelumnya.
  • Memberikan dasbor terintegrasi lewat Account Aggregation; Finantier membantu pengembang menghadirkan dasbor yang komprehensif berisi data finansial pengguna, menghubungkan sistem dengan berbagai layanan keuangan yang dimiliki pengguna dan menjadikan data-data tersebut sebagai insight yang berharga untuk bisnis.

Berikut ini adalah gambaran workflow dari implementasi platform Open Finance dari Finantier di sebuah sistem p2p lending:

Semua layanan Open Finance milik Finantier dapat dihubungkan ke dalam aplikasi p2p lending secara mulus melalui sambungan API yang aman dan terstandarisasi oleh regulator [dalam hal ini mengacu pada SNAP Bank Indonesia].

Dengan solusi Open Finance yang disuguhkan, Finantier ingin memberikan kemudahan kepada pemilik platform untuk mengautomasi dan menyederhanakan proses pinjaman sehingga menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih menyenangkan. Tiga hal yang menjadi manfaat dari penerapan sistem Finantier dalam sebuah layanan p2p lending:

  • Verifikasi yang lebih cepat.
  • Meningkatkan penilaian.
  • Mengurangi risiko.

Layanan Open Finance hadir untuk membantu pengembang platform meningkatkan kapabilitas sistemnya — misalnya untuk menjangkau pengusaha mikro di daerah yang tidak memiliki histori kredit di bank, Finantier bisa memberikan data alternatif selain SLIK untuk membantu platform melakukan credit scoring. Dengan begitu, seiring maraknya platform p2p lending dapat turut serta memberikan manfaat terhadap inklusi keuangan di Indonesia secara menyeluruh.

Kontak kami untuk layanan Open Finance

Mulai sekarang

Kontak dengan tim ahli kami!

Coba demo sekarang