Cara Aktifkan Paylater sebagai Opsi Pembayaran Bisnis
09 June 2022
Author by Nida Amalia

Cara Aktifkan Paylater sebagai Opsi Pembayaran Bisnis

Cara Aktifkan Paylater sebagai Opsi Pembayaran Bisnis

Konsumen di era digital seperti saat ini memiliki lebih banyak opsi ketika ingin melakukan pembayaran produk atau sebuah layanan. Tidak hanya online, bahkan alat pembayaran nontunai berbasis aplikasi pun kini bisa digunakan untuk bertransaksi di gerai offline. Menurut berbagai survei, salah satunya yang dilakukan DSInnovate, dompet digital dan aplikasi paylater alias BNPL (Buy-Now-Pay-Later) menjadi dua varian produk fintech yang paling favorit digunakan konsumer.

Tren tersebut perlu diantisipasi oleh pebisnis, salah satunya dengan melayani pembayaran dari berbagai jenis platform. Untuk dompet digital, pebisnis saat ini bisa memanfaatkan QRIS agar bisa menerima pembayaran dari aplikasi apapun. Sementara untuk cara aktifkan paylater bagi sebuah bisnis memerlukan beberapa tahapan yang lebih kompleks. Namun demikian penambahan opsi tersebut diperlukan demi memberikan kenyamanan bagi konsumen.

Ada beberapa manfaat yang bisa didapat oleh bisnis saat memberikan opsi pembayaran yang lebih luas, di antaranya:

  • Meningkatkan jumlah transaksi;
  • Meningkatkan loyalitas pengguna;
  • Meningkatkan daya saing;
  • Memudahkan manajemen bisnis.

Peluang penggunaan paylater untuk bisnis

Menurut hasil riset IDC, di tahun 2025 mendatang Indonesia akan menjadi pasar terbesar untuk layanan paylater. Pengguna paylater akan mengalami peningkatan sampai 8,7x lipat dibandingkan dengan tahun 2020. Proyeksi tersebut cukup masuk akal, karena menurut data Bank Indonesia penetrasi kartu kredit juga baru menyentuh angka 6% dari total populasi. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan yang beragam, masyarakat membutuhkan alternatif pembayaran berbasis cicilan yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, ekosistem pemain paylater di Indonesia sudah semakin luas. Saat ini ada balasan perusahaan penyedia layanan paylater, beberapa di antaranya juga menyajikan fitur untuk pembayaran di gerai ritel offline.

Implementasi paylater di sistem pembayaran bisnis

Untuk menghadirkan opsi pembayaran tersebut di bisnis, ada beberapa cara aktivasi paylater yang bisa dilakukan. Berikut ini beberapa opsi pendekatannya:

  • Mekanisme API

Bagi pengembang aplikasi digital, seperti e-commerce atau lainnya, bisa menghadirkan opsi paylater tertentu menggunakan mekanisme API. Karena pada dasarnya setiap penyedia layanan paylater juga memiliki skema Open API yang bisa digunakan oleh bisnis. Model ini memberikan tantangan sekaligus keuntungan. Untuk keuntungannya, platform pembayaran lebih native dan bisa dikustomisasi sesuai dengan user experience dan user interface yang dikehendaki pengembang.

Sementara untuk kekurangannya, pengembang harus mengintegrasikan layanan API dari masing-masing perusahaan paylater secara terpisah. Tentu ini memiliki effort yang tinggi, berpotensi turut meningkatkan biaya (investasi) di proses pengembangan.

  • Melalui Platform Payment Gateway

Pengembang layanan digital bisa memanfaatkan platform payment gateway untuk mendukung sistem pembayarannya. Beberapa penyedia payment gateway yang ada saat ini juga menyediakan opsi paylater di pilihan pembayarannya — meskipun belum banyak dan lengkap. Dengan melalui platform payment gateway, di sisi pengembangan bisa jauh lebih efisien, karena hanya perlu melakukan integrasi satu kali.

Akan tetapi payment gateway adalah layanan berbayar, yang biasanya mengenakan biaya per transaksi atau bulanan. Sehingga perlu diperhitungkan dengan biaya operasional yang perlu dikeluarkan oleh bisnis.

  • Menggunakan Layanan Point of Sales

Bagi merchant offline, untuk bisa menerima pembayaran digital seperti paylater perlu memanfaatkan layanan Point of Sales (PoS). PoS biasanya berbentuk aplikasi kasir atau penerimaan pembayaran, baik berbentuk mobile atau diinstal di komputer. Mekanisme ini dinilai paling efektif, karena PoS berbasis SaaS (software as a service) yakni layanan siap pakai yang tidak perlu dikonfigurasi secara rumit.

Di samping itu, beberapa penyedia paylater juga memiliki mekanisme kemitraan dengan peritel. Cara aktivasi layanan paylater-nya pun terdapat mekanisme kerja sama khusus yang dibantu rekanan penyedia platform paylater secara langsung, sehingga tidak perlu lalu melalui perantara seperti penyedia PoS.

Peran Open Finance untuk bisnis paylater

Secara fundamental, paylater masuk ke layanan fintech berbasis pinjaman. Sesuai yang ada diregulasi, untuk menjajakan layanan tersebut perlu ada beberapa pemrosesan yang harus dilakukan penyedia layanan, seperti melakukan proses KYC hingga credit scoring. Selain berguna untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna, proses-proses tersebut juga berkorelasi langsung dengan kualitas bisnis/layanan yang disampaikan.

Ambil contoh, jika proses KYC yang dilakukan tidak optimal, maka berpotensi untuk menghadirkan gangguan berupa fraud. Sementara jika proses credit scoring tidak tepat, menghasilkan potensi gagal bayar di sisi konsumen yang sangat besar — sehingga akan merugikan bisnis itu sendiri.

Melihat kesenjangan tersebut, platform Open Finance hadir dengan inovasi layanannya untuk melengkapi perusahaan fintech dengan lapisan infrastruktur yang lebih kuat. Finantier sendiri adalah pengembang layanan Open Finance yang melayani pasar Indonesia dan Asia Tenggara. Lewat produk-produknya, Finantier ingin membantu perusahaan fintech seperti penyedia paylater untuk bisa menghadirkan kapabilitas lebih.

Adapun opsi fitur yang disuguhkan untuk use case paylater adalah sebagai berikut:

  • Instant e-KYC; memungkinkan pengembang paylater menghadirkan proses e-KYC yang sederhana dan mudah diikuti, dengan tetap melakukan validasi data-data kependudukan ke otoritas terkait.
  • Alternative Credit Scoring; membantu perusahaan fintech meningkatkan kedalaman sistem penilaian kredit memanfaatkan data-data digital di luar SLIK, sebagai alternatif untuk menjangkau kalangan nasabah yang lebih luas.
  • Recurring Payment; menghadirkan kemudahan kepada konsumen dalam melakukan pembayaran cicilan secara berulang dan terjadwal dengan mekanisme otomatis. Misalnya dengan mengizinkan proses debet melalui kartu debit yang dimiliki untuk membayar tagihan bulanan selama periode tenor.

Berikut ini gambaran umum dari implementasi produk-produk tersebut di proses bisnis paylater:

gambaran proses bisnis dalam aplikasi paylater
gambaran proses bisnis dalam aplikasi paylater

Hubungi kami untuk layanan Open Finance