Bagaimana Open Finance Memberikan Dukungan untuk Pengembangan Sistem Paylater
12 August 2022
Author by Finantier

Bagaimana Open Finance Memberikan Dukungan untuk Pengembangan Sistem Paylater

Menurut laporan Q4 2021 BNPL Survey, layanan fintech paylater di Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tahunan 94,7% pada 2022 ini. Capai tersebut akan membukukan ukuran pasar mencapai $2,6 triliun. Sementara itu, diperkirakan pertumbuhan paylater Indonesia hingga 2028 di kisaran CAGR 44,4%.

Sistem paylater saat ini telah menjadi opsi pembayaran di berbagai jenis ritel, baik online sampai dengan offline. Pertumbuhannya pesat di negara berkembang, lantaran di pasar tersebut penetrasi kartu kredit tidak signifikan. Dengan potensi pertumbuhan yang masih besar, para pebisnis terus mengeksplorasi peluang penerapan layanan ini.

Artikel berikut ini akan membahas tentang cara kerja layanan paylater dan bagaimana Open Finance bisa membuat proses pengembangannya menjadi lebih efisien.

Cara kerja paylater

Dalam cara kerjanya, sistem paylater tersempat ke dalam opsi pembayaran di sebuah merchant — baik melalui payment gateway yang terintegrasi di e-commerce ataupun melalui perangkat Point of Sales untuk ritel tradisional.

Sebagai sebuah layanan berbasis fintech lending, sebelum benar-benar bisa menggunakan layanan tersebut seorang pengguna harus melalui sejumlah proses onboarding. Beberapa aktivitas onboarding yang dilakukan seperti verifikasi identitas dan penilaian risiko kredit yang dilakukan melalui aplikasi paylater yang disediakan.

Setelah melalui proses tersebut, baru pengguna bisa memanfaatkan layanan pembiayaan atas pembelian barang yang dilakukan. Di sini pengguna bisa mengatur jenis pinjaman yang akan diajukan, beserta tenor dan kesepakatan pengembaliannya.

Optimasi proses onboarding di paylater

Open Finance dapat berperan membantu penyelenggara paylater dalam mengembangkan dan mengoperasikan layanannya, salah satunya untuk membantu di proses onboarding. Beberapa produk Open Finance yang dipakai di sini adalah Income & Identity Verification dan Alternative Credit Scoring.

Income & Identity Verification dapat memuluskan proses pengembangan layanan e-KYC (Know Your Customer). Kapabilitas yang ada di dalamnya membantu pemilik platform untuk memverifikasi keabsahan data dan identitas calon penghuninya. Layanan ini juga menjembatani proses validasi data, antara yang diinputkan oleh pengguna dengan basis data kependudukan yang dimiliki oleh regulator.

Sementara itu Alternative Credit Scoring bertindak membantu platform untuk melakukan penilaian terhadap tingkat risiko dan kelayakan calon nasabah untuk menerima kredit. Di sini sistem mengkombinasikan data dari berbagai sumber, baik dari sumber utama seperti SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) maupun sumber alternatif seperti data telekomunikasi, histori pembelian PPOB, dan sebagainya.

Ada sejumlah manfaat yang bisa didapat manakala sebuah penyelenggara paylater mengoptimalkan penggunaan produk Open Finance di layanannya, di antaranya:

  1. Tingkat validitas data tinggi. Akurasi data menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan oleh pengembang Open Finance seperti Finantier. Data yang berhasil diagregasi diolah sedemikian rupa dengan algoritma pintar yang dikembangkan untuk menghasilkan informasi bermanfaat bagi penyelenggara layanan.
  2. Efisiensi proses pengembangan. Dengan menggunakan Open Finance, sebuah perusahaan akan mendapatkan penghematan dari sisi sumber daya, biaya, dan waktu. Alih-alih disibukkan untuk mengembangkan sistem pendukung, mereka dapat berfokus untuk mengembangkan platform utamanya — sembari memastikan pengalaman pengguna yang disuguhkan sudah tepat agar bisa digunakan untuk mengakuisisi lebih banyak pengguna.
  3. Memiliki payung regulasi. Pada dasarnya setiap fitur finansial berbasis teknologi harus patuh dengan aturan yang ada — baik di sisi teknis pengembangan maupun standardisasi arsitektur sistem. Finantier sendiri sudah terdaftar di regulator (dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan) sebagai salah satu penyelenggara Inovasi Keuangan Digital.
  4. Keamanan data tingkat tinggi. Privasi dan keamanan data menjadi aspek yang sangat krusial untuk diperhatikan dalam sebuah sistem keuangan. Karena tanpa arsitektur keamanan yang kuat, sistem akan rentan terhadap berbagai risiko siber yang akan membahayakan dan merugikan pengguna. Sebagai langkah preventif, Finantier telah menerapkan standardisasi ketat dalam berbagai aspek, salah satunya dengan mengikuti standar yang diterapkan dalam ISO 27001:2013.

Meningkatkan pengalaman pengguna paylater

Penyelenggara Open Finance seperti Finantier memanfaatkan model Open API untuk menjajakan layanannya. Mekanisme ini memungkinkan layanan e-KYC dan penilaian kredit yang terintegrasi dengan sistem , sehingga tetap menyuguhkan pengalaman yang apik kepada pengguna.

Di samping itu, data alternatif yang disuguhkan penyelenggara Open Finance juga memungkinkan kalangan unbankable untuk bisa turut menjadi basis pengguna potensial dari layanan paylater itu sendiri. Karena data alternatif memungkinkan penyelenggara platform mendapatkan gambaran profil finansial selain dari data perbankan.

Selain proses onboarding, sebenarnya sejumlah kapabilitas lain Open Finance masih bisa dieksplorasi pemanfaatannya untuk mendukung sebuah sistem paylater. Ini termasuk Account Aggregation untuk membantu platform menghubungkan akun-akun finansial pengguna ke dalam aplikasi paylater.

Untuk mendiskusikan peluang Open Finance dalam mendukung kebutuhan platform paylater Anda, silakan terhubung dengan Finantier: https://finantier.co.