5 Alasan Mengapa Bisnis Perlu Menerapkan Automate Payments
19 May 2022
Author by Nida Amalia

5 Alasan Mengapa Bisnis Perlu Menerapkan Automate Payments

5 Alasan Mengapa Bisnis Perlu Menerapkan Automate Payments

Automate Payments atau pembayaran otomatis adalah sebuah mekanisme pengguna untuk mengizinkan sebuah layanan digital yang dilanggan/digunakan melakukan pembayaran terhadap tagihan secara otomatis dengan memotong saldo akun dihubungkan. Adapun akun-akun yang umum dihubungkan seperti kartu debit/kredit, e-money, e-wallet, pulsa, dan lain sebagainya.

Banyak bisnis digital yang bisa memanfaatkan layanan Automate Payments, misalnya platform Video On-Demand, Fintech Lending, Wealthtech, SaaS, dan lain sebagainya. Untuk memungkinkan hal tersebut, pengembang aplikasi harus menyematkan fitur pembayaran otomatis tersebut. Salah satu pendekatan yang paling mudah adalah dengan memanfaatkan platform Open Finance yang menyediakan fasilitas Recurring Payments seperti Finantier.

Dengan menerapkan layanan Recurring Payments Finantier, pengembang aplikasi digital bisa mengizinkan penggunanya untuk melakukan pembayaran berulang secara cepat. Termasuk memberikan pengguna keleluasaan mengizinkan akun finansialnya (bank, e-money) untuk melakukan debet secara otomatis. Implementasinya pun mudah, yakni dengan Open API yang ringkas untuk menempel di backend aplikasi yang dikembangkan.

Finantier juga menyajikan layanan Recurring Payment dengan UI/UX yang sederhana, sehingga memudahkan proses dari sisi konsumen. Tak hanya itu, Finantier tetap menerapkan sistem enkripsi selevel layanan perbankan untuk memastikan keamanan data yang lebih baik. Implementasi fitur ini juga bisa meminimalisir biaya platform dan konsumen, karena berpotensi mereduksi fee sampai 99%.

Alur Recurring payments Finantier
Alur Recurring payments Finantier

Dasbor konsumen yang diberikan juga memungkinkan setiap konsumen melakukan pengelolaan akun-akunnya, untuk memilah mana saja yang digunakan untuk pembayaran. Menariknya, pada sebuah ekosistem Open Finance, layanan Recurring Payment ini bisa dilengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya, seperti Verification hingga Account Aggregation — sehingga dapat diaplikasikan di berbagai use case pengembangan aplikasi yang spesifik.

Adapun dari sisi pengembangan bisnis, penerapan sistem Automate Payments memberikan banyak keuntungan, baik bagi operasional bisnis maupun kenyamanan di sisi pelanggan. Berikut ini 5 alasan mengapa pebisnis digital perlu menyuguhkan layanan Recurring Payment di sistemnya.

Meningkatkan retensi pengguna

Menurut studi Bain & Co., jika sebuah perusahaan bisa menjaga retensi pelanggan di angka 5% bisa meningkatkan profit antara 25–95%. Retensi pelanggan adalah siklus di mana para pengguna layanan mau membayar untuk kedua, ketiga, dan kesekian kali untuk produk/layanan yang disuguhkan perusahaan.

Retensi pelanggan juga dikaitkan dengan loyalitas pelanggan. Untuk meningkatkan keduanya perusahaan dapat menyediakan opsi berlanggan dengan memudahkan mereka untuk secara mudah membayar layanan beberapa bulan sekaligus. Hal ini juga dapat meminimalisir mereka untuk berpindah ke layanan yang dimiliki kompetitor. Kemudahan proses pembayaran ini tentu perlu diimbangi dengan inovasi produk dan pelayanan prima dari bisnis itu sendiri.

Pengalaman pengguna yang lebih baik

Alih-alih memaksa pengguna untuk secara rutin melakukan pembayaran dengan memasukkan nomor kartu kredit atau menghubungkan akun e-money yang dimiliki, sistem Automate Payments bisa menyuguhkan pengalaman pengguna lebih baik. Pelanggan hanya perlu melakukan autentikasi dan otorisasi akun keuangannya satu kali, lalu mengizinkan sistem untuk menarik biaya pembayaran sesuai yang dikehendaki.

Mereduksi biaya-biaya

Dengan metodologi yang efisien, layanan Recurring Payment Finantier dapat mereduksi biaya dari pembayaran kartu yang biasa dibebankan kepada pemilik platform dan juga pelanggan. Termasuk biaya-biaya yang dibebankan atas fee layanan payment gateway. Layanan Recurring Payment Finantier diklaim bisnis dan konsumen bisa mereduksi biaya-biaya yang biasanya ada sampai 99%.

Selain memberikan nilai kompetitif atas harga, beban biaya yang sebelumnya ada bisa dialokasikan untuk kegiatan yang lain. Misal untuk meningkatkan promo dan program lain guna menggaet lebih banyak konsumen.

Menghindari fraud

Menurut laporan yang dirilis MineralTree dalam whitepaper "2020 State of Accounts Payable", 57% dari responden mengaku sering mendapatkan invoice palsu. Sebanyak 81% perusahaan juga menjadi target payment fraud sepanjang tahun 2019 menurut laporan J.P. Morgan. Artinya, potensi fraud di sistem pembayaran sangat besar, mengingat di negara berkembang juga masih banyak kalangan masyarakat yang minim akan literasi finansial.

Metode Automated Payment dapat menangkal risiko fraud dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengurangi mekanisme invoicing tradisional yang rentan untuk dipalsukan. Dengan memberikan dasbor terpadu untuk mengelola akun-akun yang digunakan dalam pembayaran, metode Automated Payment memastikan pengguna untuk secara sadar memberikan perizinan pendebetan saldo yang ada di rekeningnya untuk tujuan pembayaran tertentu.

Meminimalkan error

Dengan sistem pembayaran yang lebih otomatis, pengguna hanya perlu melakukan konfigurasi akun satu kali saja. Hal ini dapat menghindarkan adanya error seperti salah memasukkan angka atau sinkronisasi akun pembayaran gagal yang terjadi setiap kali hendak melakukan pembayaran.

Inovasi pembayaran modern ini menjadi masa depan jika melihat tren konsumen yang semakin bergantung pada aplikasi mobile. Proses pembayaran manual tidak hanya menjemukan, mahal, serta tidak efisien, namun juga memiliki berbagai risiko yang menurunkan tingkat retensi pelanggan. Dengan penerapan platform Recurring Payment bisnis telah menghadirkan cara baru yang lebih memudahkan, baik bagi operasional bisnis itu sendiri, maupun pelanggan untuk melakukan pembayaran berulang.

Hubungi kami untuk layanan Recurring Payments